Mahasiswa KKN Tematik 38 UNIDA Gontor Pendampingan Program Pemberdayaan Ikan Lele


Ponorogo Gema Insan Pers – Mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 38 dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.


Salah satu program yang dilakukan adalah pengembangan budidaya ikan lele di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.


Program ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat dalam menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan potensi ekonomi desa.


Kegiatan budidaya lele tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan pemerintah desa serta warga Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, pada 10 Februari – 08 Maret 2026.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana awal seperti kolam terpal, benih ikan lele, serta pakan untuk tahap awal budidaya.

Program budidaya lele ini masih tergolong baru dan saat ini masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berusaha memperkenalkan kepada masyarakat mengenai peluang usaha di bidang perikanan yang relatif mudah dijalankan dan memiliki potensi keuntungan yang cukup baik.

Desa Plancungan dipilih sebagai lokasi pengembangan budidaya lele karena memiliki lingkungan yang cukup mendukung serta masyarakat yang terbuka terhadap berbagai program pemberdayaan. Selain itu, ketersediaan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kolam ikan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya membantu dalam proses penyediaan sarana budidaya, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara melakukan budidaya lele dengan baik dan benar.

Pendampingan tersebut meliputi berbagai tahapan, mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih ikan, pemberian pakan, hingga perawatan kolam.

Tahap pertama dalam kegiatan budidaya lele adalah menyiapkan kolam yang akan digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan. Kolam yang digunakan dalam program ini sebagian besar berupa kolam terpal karena lebih praktis dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.

Selain itu, biaya pembuatan kolam terpal juga relatif lebih terjangkau sehingga cocok untuk usaha skala kecil di tingkat masyarakat.

Setelah kolam siap digunakan, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan air dan membiarkannya selama beberapa hari agar kondisi air menjadi stabil. Hal ini penting dilakukan agar ikan lele dapat beradaptasi dengan baik ketika benih mulai ditebar ke dalam kolam.

Tahap berikutnya adalah penebaran benih ikan lele. Benih yang digunakan merupakan benih berkualitas yang diharapkan mampu tumbuh dengan baik dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Penebaran benih dilakukan secara hati-hati agar ikan tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan.
Setelah benih ditebar, proses pemeliharaan ikan menjadi tahap yang sangat penting.

Dalam tahap ini, masyarakat bersama mahasiswa KKN melakukan pemantauan terhadap kondisi kolam serta memberikan pakan secara rutin. Pakan diberikan beberapa kali dalam sehari dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan.

Selain pemberian pakan, kondisi air di dalam kolam juga harus selalu diperhatikan. Air yang terlalu kotor dapat mempengaruhi kesehatan ikan dan menghambat pertumbuhannya. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk secara rutin memeriksa kondisi air serta melakukan penggantian air apabila diperlukan.

Meskipun masih dalam tahap awal, program budidaya lele ini mendapat respon positif dari masyarakat Desa Plancungan. Banyak warga yang merasa tertarik untuk mempelajari teknik budidaya ikan lele karena melihat potensi usaha yang cukup menjanjikan di masa depan.

Salah satu warga desa mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat. Menurutnya, program yang dibawa oleh mahasiswa KKN dapat memberikan wawasan serta keterampilan baru yang sebelumnya belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa KKN untuk memahami secara langsung kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar bagaimana merancang dan melaksanakan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Program budidaya lele ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Plancungan dalam mengembangkan usaha di bidang perikanan. Jika program ini berhasil, masyarakat dapat melanjutkan kegiatan budidaya secara mandiri dan bahkan memperluas usaha tersebut dengan menambah jumlah kolam atau meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi lain, pemerintah desa juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mendorong keberhasilan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan adanya program budidaya lele yang diperkenalkan melalui kegiatan KKN ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada bantuan awal yang diberikan, tetapi juga pada keseriusan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha budidaya tersebut. Dengan kerja sama yang baik antara semua pihak, budidaya lele di Desa Plancungan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu potensi ekonomi desa yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *